Featured Video

Jumat, 17 Januari 2014

INLA Gelar Bazar Imlek


TANJUNGPANDAN - Inter Nature Loving Association (INLA) Kabupaten Belitung menyambut datangnya Tahun Baru Imlek dengan menggelar Bazar Imlek di Vihara Maitreya, Tanjungpandan, Belitung. Bazar yang digelar sejak Rabu (15/1) hingga Minggu (19/1) itu menyediakan pernak-pernik Imlek.
Mulai dari pohon sakura atau pohon angpao, amplop angpao, hiasan hingga baju. Ada juga aneka makanan vegetarian. Bazar dibuka mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Pandita Krisna dari INLA Kabupaten Belitung mengemukakan kebiasaan menjelang Imlek, warga yang merayakannya membeli pernak-pernik yang dianggap perlu baru. Oleh sebab itulah mereka menggelar bazaar sekaligus untuk mencari dana bagi pembangunan Sekolah Universal. "Lebih mengutamakan pernak-pernik imlek. Makanan sebagai selingan saja. Sambil belanja sambil makan. Apalagi jam bukanya jam makan malam," kata Krisna, Jumat (17/1) malam.
Menurut Krisna, sebenarnya bazaar ini tergolong coba-coba sehingga belum berani besar-besaran dalam jumlah stok. Namun pihaknya tak menyangka ternyata pada hari pertama pengunjung sangat ramai.
Bahkan, lanjutnya, pada hari kedua bisa dikatakan barang sudah kosong. "Ini barang baru masuk lagi tapi tdak banyak karena tidak bisa mengejar kapal. Bawanya pakai pesawat jadi tidak bisa banyak," katanya.
Dipercantik
Semarak Imlek yang jatuh pada 31 Januari mendatang juga mulai terasa di Pangkalpinang. Pemilik Toko Bunga Sakura, Susanto mengatakan warga mulai membeli salah satu ornamen penting dalam Imlek yaitu bunga Mei Hua. Dekorasi bunga Mei Hua juga dianggap sebagai lambang kebahagiaan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.
"Penjualan sudah lumayan banyak, terutama rangkaian Mei Hua berukuran satu meter ke atas yang dirangkai mirip pohon natal. Untuk mempercantik rangkaian, kami beri sentuhan lampu, jadi saat dipasang malam hari suasananya hangat dan semarak," kata Susanto di Pangkalpinang, Jumat (17/01).
Umumnya bunga Mei Hua daunnya kecil-kecil berwarna merah muda dengan kombinasi sedikit warna putih. Namun tren terus berubah, kini daun Mei Hua imitasi dibuat lebih lebar, namun tentu saja tidak mengurangi kecantikan asli si Mei Hua.
"Mungkin orang pengen mencari sisi keindahan lain dari bunga ini, makanya kami mencoba tawarkan bunga Mei Hua dengan bunga yang agak lebar, dan responnya luar biasa bagus, konsumen banyak yang suka, ini sudah ada yang pesan ukuran satu meter mebih," sebut Susanto seraya menunjukkan rangkaian Mei Hua yang sudah siap diambil pembeli.
Selain bunga Mei Hua, untuk mempercantik ruangan warga bisa memilih dedaunan dengan pilihan warna orange, merah dan hijau.
"Kami juga menawarkan rangkaian kuntum buah naga yang mirip dengan aslinya, rangkaian ini cocok diletakkan di sudut ruang tamu ataupun ruangan kerja," ujar Susanto yang bisa dihubungi untuk pemesanan ke nomor 0717 437832.


Bisa merangkai sendiri
Karena keindahan dan kecantikan bunga ini, meski bukan saat perayaan imlek, banyak juga yang membeli bunga ini sebagai pajangan rumah. Bagi yang gemar merangkai bunga, anda juga bisa  merangkai sendiri bunga ini. Tak hanya menjual pohon secara utuh, pedagang pernak pernik Imlek juga menjual bunga ini per batang.
"Bekas Imlek tahun lalu masih ada, saya cuma pengen nambahin bunga-bunganya agar terlihat baru lagi, trus tinggal beli angpao dan lampion untuk ditaruh di pohonnya," kata Caroline, warga Pasir Putih Pangkalpinang.
Selain bisa dibeli di toko bunga khusus, saat ini Mei Hua banyak dijual oleh pedagang skala rumahan.
"Ini kan musiman ya, tiap Imlek kita jual," tutur Yin, pedagang bunga Mei Hua.
Soal harga, yang paling murah biasanya ukuran kecil, seperti bonsai. Nah, kalau ukuran besar biasanya cukup tinggi karena selain kuntum bunganya yang banyak, pedagang mesti nyiapin pot, akar dan aksesoris tambahan.

Sumber: Pos Belitung

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More